Gagal main ke Sumbar : main ke air terjun yang ada di Riau

Haiii Halooo

Maaf menuhin beranda, soalnya sedang senang-senangnya berbagi pengalaman disini. Kali ini masih seputar Riau, yaitu air terjun yang ada di Riau. Lupa namnya, lokasi nya setelah candi muara takus dan sekitar 15-20 menitan lagi menuju Sumbar. Jadi ceritanya gini, waktu itu ada libur sekitar 4 hari dari jumat-senin jadi aku dan teman-teman berencananya untuk jalan-jalan ke sumbar, kan lumayan tu untuk refreshing dari tugas kuliah yang banyak. Awalnya si cuma bercanda aja di grup ada yang ngajakin ke sumbar, tapi ya gitu yang balas cuma dua orang. Nah, hari itu juga kami ngumpul deh bicarain masalah ini (Ke Sumbar) di salah satu kost-an teman. Tau ga betap senangnya pas itu membayangkan besok pergi kesumbar sama-sama pakai motor. Wahh, daebak!! Apalagi ramai-ramai sama teman-temn pada asyik banget kan.

Setelah yakin semuanya, masing-masing dari kami minta izin ke orang tua biar perjalanan kami selamat sampai tujuan. Tapi ga disangka beberapa dari kami salah satunya aku ga dibolehin sama orang tua dengan alasan terlalu berbahaya kalau pakai motor ke sumbar apalagi untuk perempuan. Namanya juga orang tua, pasti khawatir kalau anaknya kenapa-napa. Tujuan kami ngehubugi orang tua biar dapat izin dari mereka, karena ridho Allah swt tergantung ridho orang tua. Kalau orang tua ridho inshaallah Allah swt juga ridho. Tapi emang dasarnya keras kepala, aku dan teman ku tetap kukuh untuk pergi juga. Udah sering ke sumbar si, tapi kan yang ini beda. Pergi bareng teman-teman dan naik motor. Tapi jangan dicontoh ya teman-teman.

Nah, sore harinya kami masih ngebahas buat kepergian kami besok. Sampi ternyata, kami kekurangan satu motor, dan kami berinisiatif ngajak teman yang lain karena dia ada motor. Ternyata dia mau, dan itu membuat kami senang. Malam harinya dia bilang kalau dia ga dapat izin dari ayahnya ya sama dengan alasan ya karena naik motor. Kami niat ngajak dia karena dia belum pernah kesumbar sama sekali hehe. Tapi ya mau bagaimana lagi, orang tua dari kami sudah banyak yang tidak mengizinkan. Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik tidak usah pergi.

Jujur sedih rasanya, padahal dari tadi siang sudah merencanakan semuanya dan semuanya sudah semagat untuk mempersiapkan apa saja yang akan dibawa besok. Sampai-sampai kami lupa untuk mengisi perut yang sudah minta diisi ini hehe. Pada saat menunggu makanan tiba, salah satu dari kami mengusulkan ide “gimana kalau sabtu besok kita pergi ke air terjun yang ada (lupa nama)” semuanya pun menyetujui nya dan akhirnya semuanya mendapat izin dari orang tua karena itulah yang penting.

Sabtu pagi sebelum kami berangkat, kami berkumpul di tempat sarapan pagi untuk sejenak mengisi perut yang kosong agar semangat dan tidak lelah dalam perjalanan. Sebelum itu, kami melihat langit yang sudah tidak bersahabat, tapi kami berdoa agar hujan tidak turun. Tak lama setelah kami ingin berangkat hujan pun mulai turun dan kami harus menunggu sampai hujan berhenti. Setelah hujan berhenti kami akan segera melakukan perjalan dan sebelum itu kami berdoa bersama demi keselamatan dalam perjalanan. Kami berjalan dengan hati-hati dan saling menjaga serta memperhatikan satu sama lain. Jika ada yang tertinggal kami akan menunggunya hingga akhirnya kami berjalan berderetan dibelakang.

Kami berhenti beberapa kali sebelum sampai di tempat tujuan hanya untuk sekedar menghilangkan capek, mengisi perut dan tentunya bahan bakar. Setelah menempuh perjalanan -/+ 3 jam sampai lah kami di lokasi yang mana kami harus mendaki bukit sedikit, bukan mendaki si istilah menaiki bukit dengan sepeda motor yang mana jalannya tanah liat yang basah yang membuat kendaraan susah untuk melewatinya. Setibanya kami disana, kami harus membayar uang untuk masuk ke air terjun tersebut. Harganya cukup murah, yaitu Rp.5000,-/orang. Dan ternyata kam harus menuruni anak tangga yang ala kadar nya untuk dapat mencapai lokasi air terjun. Dari kejauhan saja sudah mulai terdegar suara gemuruh air terju yang membuat siapa saja serasa terpanggil untuk langsung menyeburkan diri kedalamnya.

Ohiya, selama perjalan alhamdulillah tidak ada kendala dan aman-aman saja juga tidak ada hujan yang mengguyuri kami. Lanjut, perjalan ke bawah menuju air terjun terbilang sulit karena jalan yang berasal dari tanah tersebut licin karena habis diguyur oleh hujan. Setelah sampai di bawah, banyak pedagang yang menjual dagangannya kepada wisatawan yang berkunjung kesana dan terdapat warung-warung kecil untuk mereka berjualan. Hari tu termasuk banyak pengunjung, karena weekend, ada yang pergi bersama keluaraga, pasangan dan juga teman-temannya. Ada sedikit perasaan kecewa, karena kenyataan nya tidak sesuai dengan ekspektasi kami. Kami sudah membayangkan akan segera menyeburkan diri kedalam air atau hanya sekedar bermain air ditepiannya. Karena warna air nya yang berubah menjadi kecoklatan yang disebabkan oleh hujan yang baru saja mengguyur wilayah disekitar sini. Biasanya, airnya akn sangat jernih dan kita dapat melihat bebatuan yang ada di sana dengan jelas.

1492306596642
Air Terjun Kampar arah Ke SUMBAR

Walaupun begitu tapi kami masih bersyukur bisa menghirup udara segar dan mendengar bunyi air terjun yang menenangkan hati serta pikiran dan jauh dari aktivitas yang ada di kota.

Tak berapa lama setelah itu kami memutuskan untuk segera naik keatas sebelum hujan kembali turun dan membuat jalan menuju keatas menjadi licin dan susah. Sungguh untuk naik keatas butuh perjuangan karna mendaki dan rasanya kami seperti dipetualangan yang sesungguhnya haha.

Setelah itu kami memutuskan untuk pergi ke arah sumbar yaitu pangklan untuk mengisi bahan bakar juga untuk melaksanakan sholat dzuhur karena sudah masuk waktunya sholat dzuhur. Kalau kami kearah kanan (arah menuju Pekan), masih sangat jauh untuk menemukan SPBU dan bahan bakar kami semakin berkurang, bisa-bisa kami mendorongnya haha. Maka dari itu, kami putuskan untuk berjalan ke arah sumbar. Saat itu hari mulai gelap dan hujan pun turun yang membuat kami basah kuyup serta terhalang pandangan ke jalan yang dikarenakan kabut yang menyelimuti kawasan itu.

Sesampainya kami di pangkalan, sumbar kami mulai mengisi bahan bakar dan setelah itu sholat dzuhur disana. Yappp, dan setelah itu keraguan pun mulai timbul diantara kami, karena sudah sampai disumbar dan sayang kalu hanya sampai disini dan tidak dilanjutkan. Tapi setelah melalui pertimbangan yang panjang, akhirya kami memutuskan untuk balik ke Pekanbaru. Tapi sebelum belik ke Pekanbaru kami berhenti disakah satu rumah makan yang ada di Pangkalan: RM. Kelok Indah untuk mengisi perut kami yang keroncongan.

1492306604726
RM. Kelok Indah

Setelah selesai mengisi perut, kami kembali melanjutkan perjalan ke Pekanbaru mengingat hari semakin sore dan cuaca yang kurang mendukung. Di perjalanan kami terkena hujan lagi dan membuat kami kedinginan dan susah untuk melihat jalan akibat hujan yang deras disertai badai. Tapi walaupun begitu kami sangat senang dengan perjalanan sehari yang singkat tapi melelahkan ini. Setidaknya teman kami yang belum pernah ke Sumbar sudah pernah menginjakkan kakinya dii Sumbar walau hanya sampai pangkalan haha.

Sampai disini dulu cerita kali ini, mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisannya. Karena masih dalam proses belajar. Saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan.

1492306619067
Tik Tik
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s